Laode Kamaludin SANTRI BAKTI NUSANTARA SUARAKAMUBETAWI | JAKARTA, Menutup akhir tahun 2025, Jakarta kembali dihadapkan pada satu kenyataan pahit yang terus berulang: krisis air bersih yang kian mengkhawatirkan. Di balik gemerlap gedung pencakar langit dan klaim pembangunan modern, ibu kota justru berdiri di atas fondasi rapuh—tanah yang terus ambles akibat eksploitasi air tanah yang masif dan tak terkendali. Krisis ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cermin dari kegagalan tata kelola, ketimpangan akses, dan abainya BUMD PAM JAYA terhadap hak dasar warganya atas air bersih. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa jutaan warga Jakarta masih bergantung pada air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumur bor menjadi solusi darurat yang berubah menjadi kebiasaan struktural. Ironisnya, praktik ini tidak hanya dilakukan oleh warga kelas menengah ke bawah, tetapi justru diperparah oleh aktivitas industri, perkantoran, apartemen, dan pusat perbelanjaan yang menyedot ...
SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, - Setiap negara berkeinginan memenangkan kepentingan nasionalnya di pentas antarbangsa. Begitu pula Indonesia, terlepas siapapun yang menjadi presidennya. Kepentingan nasional Indonesia yang tertagih kepada Presiden Prabowo Subianto dan para pembantunya adalah memastikan apa yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, derivasi dan dinamikanya hingga Era Jokowo, dapat tercapai dalam skala yang maksimal. Kepentingan nasional yang utama adalah melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia. Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia wajib memastikan menjadi bagian dari langkah tercapainya kepentingan tersebut, bukan sebaliknya: membahayakan dan/atau mengingkarinya. Selama tahun 2025, bandul politik luar negeri Indonesia cenderung ke "Blok Cina" . Tidak kurang dari dua kali Prabowo bertemu secara khusus dengan Xi Jinping selaku Presiden Cina (September & November 2025), di lu...