SUARAKAUMBETAWI | Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung sistem pengolahan sampah organik di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (11/5). Sistem tersebut dikelola bersama masyarakat dengan menggunakan teknologi hidrotermal melalui kolaborasi dengan PT Fokus Bintang Rejeki (FBR). Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengoptimalkan pengolahan sampah dari sumbernya. “Ini akan sangat bermanfaat,” ujar Pramono. Program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah. Dalam kebijakan tersebut, masyarakat didorong untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumber. Menurut Pramono, Pemprov DKI akan melibatkan berbagai pihak dalam penanganan sampah, mulai dari Perumda Pasar Jaya, masyarakat, hingga sektor swasta. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengurangi beban pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Melalui sistem yang diterapkan di Pasar Induk Kram...
SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Dua puluh lima tahun bukan sekadar angka statistik bagi Forum Betawi Rempug (FBR). Ia adalah saksi bisu metamorfosis sebuah entitas yang lahir dari rahim keresahan identitas di jantung ibu kota. Dari sebuah organisasi massa yang kerap dipandang sebelah mata, kini FBR berdiri sebagai pilar kebudayaan yang melintasi batas administratif Jakarta, menyatukan masyarakat Betawi dalam satu barisan kerempugan yang kian dewasa. Di tengah tren ormas yang gemar bersolek dengan gaya paramiliter atau menampilkan wajah represif, FBR konsisten menempuh jalan sunyi, jalur kebudayaan. Keluguan, kelugasan, dan kesederhanaan khas Betawi yang sempat dicibir “norak” pada awal kemunculannya, justru kini menjadi antitesis bagi organisasi lain yang kaku. Gaya inilah yang menjaga FBR tetap membumi, lebih dekat dengan napas rakyat kecil ketimbang dengan koridor kekuasaan. ** Refleksi dan Transformasi ** Kita tak boleh menutup mata pada sejarah. Perjalanan FBR memang tak se...