Langsung ke konten utama

Postingan

Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

Oleh: KH. Lutfi Hakim (Wakil Ketua PWNU Jakarta/Imam Besar FBR) SUARAKAUMBETAWI | Saya sepakat dengan spirit tulisan Husny Mubarok Amir yang menegaskan bahwa Jakarta memiliki akar kultural yang kuat dengan Nahdlatul Ulama (NU), dan masyarakat Betawi merupakan salah satu komunitas yang sejak lama hidup dengan tradisi keislaman yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai Nahdliyyin. Tradisi tahlilan, maulidan, manaqiban, ziarah kubur, penghormatan kepada ulama, serta kehidupan keagamaan berbasis komunitas telah menjadi bagian dari budaya yang melekat dalam keseharian masyarakat Betawi jauh sebelum NU berdiri pada tahun 1926. Karena itu, hubungan NU dan Betawi tidak dapat dilihat hanya dalam perspektif organisasi, melainkan sebagai pertemuan panjang antara tradisi keilmuan Islam, budaya masyarakat, dan perjalanan kebangsaan. Namun, narasi sejarah tersebut perlu ditempatkan secara lebih proporsional agar tidak berhenti pada kebanggaan identitas semata. Justru karena memiliki ak...
Postingan terbaru

NU Jakarta dan Amanah Nahdliyyin Betawi

Oleh: Husny Mubarok Amir (Wakil Ketua PWNU Jakarta) SUARAKAUMBETAWI  | JAKARTA, - Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Keagamaan terbesar di Indonesia tentunya memiliki pengaruh signifikan di Kota-kota besar termasuk Jakarta sebagai Ibukota negara. Corak dan karakter keislaman masyarakat Jakarta memang sepenuhnya bukan hanya mirip tapi identik sama persis dengan karakter yang dibawa oleh Nahdlatul Ulama. Terbukti, jauh sejak pendirian NU, masyarakat Jakarta sudah akrab dengan tradisi tahlilan, manaqiban, mawlidan bahkan nyekar dan ziarah kubur. Masyarakat Jakarta, terutama masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta, hampir keseluruhannya adalah warga Nahdlatul Ulama, atau Nahdliyyin biasa kita sebut. Sebagian kecil saja yang berafiliasi dengan Muhamadiyah, FPI atau mungkin ormas keagamaan lainnya. Nama-nama besar tokoh dan ulama Betawi, hampir mengisi sejarah panjang perjalanan Nahdlatul Ulama. Sejak awal pendiriannya, di Zaman Guru Marzuki Bin Mirshod, ketika Mukta...

Perkuat Syiar dan Kerukunan Menuju Jakarta Kota Global, MUI Jakarta Gelar Festival Seni Budaya Islam

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menggelar Festival Seni Budaya Islam 2026 di Aula Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (6/9/2026). Festival yang memasuki penyelenggaraan kedua ini mempertemukan peserta dari lima wilayah DKI Jakarta melalui perlombaan hadroh, qasidah, Maulid Barzanji, dan mewarnai kaligrafi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Matsani. Acara diawali dengan doa yang dipimpin Ketua Bidang Seni Budaya MUI DKI Jakarta, KH Lutfi Hakim, serta dihadiri Wakil Ketua MUI DKI Jakarta sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, KH Yusuf Aman, dan Pimpinan Pondok Pesantren Al Hamid, KH Lukman Hakim Hamid. Dalam sambutannya, Muhammad Matsani menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Jakarta merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui seni dan budaya. “Jakarta sebagai kota global dihuni masyarakat d...

Semarakkan 5 Abad Jakarta, MUI DKI Siap Gelar Festival Seni dan Budaya Islam

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta melalui Bidang Seni dan Budaya akan menggelar Festival Seni dan Budaya Islam (FSBI) 2026 pada Ahad, 6 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur. Festival tahunan yang didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini menjadi bagian dari rangkaian menyongsong 5 Abad Kota Jakarta. Mengusung tema “Melalui Syiar Dakwah dengan Seni Budaya Islam Kita Tumbuhkan Kecintaan terhadap Budaya Islam,” FSBI diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara dakwah, seni, dan pelestarian budaya Betawi-Islami. Ketua Bidang Seni dan Budaya MUI Jakarta, KH. Lutfi Hakim, mengatakan FSBI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan gerakan budaya yang memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. "Festival Seni dan Budaya Islam adalah ikhtiar menghadirkan dakwah yang sejuk melalui seni. Kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Islam se...

FBR Tegaskan Perjuangan Bukan untuk Jabatan, Tolak Kursi Dewan Adat Betawi

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, SPN — Forum Betawi Rempug (FBR) secara resmi menyatakan tidak bersedia menempatkan perwakilannya sebagai pengurus maupun anggota Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan (LAK) Betawi. Sikap tersebut disampaikan melalui surat pernyataan organisasi yang dibacakan Sekretaris Jenderal FBR, Ustadz Daniel al-Haz, di Jakarta, Sabtu (29/8/2026). Pernyataan itu menjadi respons atas pengukuhan Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. Dalam pengukuhan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dipercaya memimpin Dewan Adat bersama jajaran tokoh, ulama, budayawan, dan sesepuh Betawi sebagai tindak lanjut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Surat FBR yang ditujukan kepada Gubernur Pramono Anung diawali dengan penyampaian penghormatan dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada organisasi untuk menjadi bagian dari struktur Dewan Adat LAK Be...

FBR Bantu Distribusi Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Parung

SUARAKAUMBETAWI | BOGOR - Kemarau panjang akibat fenomena Godzilla El Nino di pertengahan tahun 2026 ini menyebabkan kekeringan yang panjang juga di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Bogor, Jawa Barat yang terkenal sebagai daerah hujan, namun kali ini juga terdampak kekeringan, seperti di Kampung Jati, Desa Parung Kecamatan Parung Kabupaten Bogor. Pada hari Rabu, 26 Agustus 2026, Forum Betawi Rempug (FBR) turun ke Kampung Jati tersebut untuk membantu kesulitan masyarakatnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih “Insya Allah, FBR akan terus melakukan bantuan air ini kepada mereka yang membutuhkan. Karena ketika mendengar kata musim kemarau, sebagian orang mungkin langsung membayangkan cuaca panas, jalanan berdebu, tanaman yang mulai mengering, dan hujan yang semakin jarang turun. Namun, bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rentan kekeringan, musim kemarau, seperti di Kampung Jati ini, dapat membawa konsekuensi yang jauh lebih besar,” ujar Imam Besar FBR, KH Lutfi ...

AKSI DEMO DAMAI FBR KORWIL JAKARTA BARAT DI GEDUNG OT

SUARAMAUMBETAWI | Jakarta Barat,– Masa Forum Betawi Rempug / FBR Korwil Jakarta Barat mendatangi Gedung OT di wilayah Jakarta Barat pada Jum'at, 14-08-2026 terkait kejadian viral tantangan hafalan Ayat Al-Qur'an berhadiah minuman keras / miras.  Aksi tersebut buntut dari peristiwa dalam festival musik _The Sounds Project_ di Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Dalam acara tersebut terdapat booth jenama minuman beralkohol yang diduga membuat konten "tantangan hafalan Al-Qur’an berhadiah minuman keras / miras".  Dalam aksinya, FBR Korwil Jakarta Barat menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya meminta OT Group memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat, bertanggung jawab atas kontroversi tersebut, serta menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam. "Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Namun kita ketahui bersama permasalahan ini sudah mencuat dan menjadi perhatian publik. Kami sangat menghargai dan menghormati ...