SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA — Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH Lutfi Hakim, menegaskan bahwa tradisi andilan kebo merupakan wujud nyata solidaritas dan gotong royong masyarakat yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Menurut dia, tradisi ini berbeda dengan ibadah kurban, karena hanya peserta yang ikut patungan yang berhak menerima bagian daging. “Andilan itu berarti patungan. Kalau tidak ikut andilan, tidak akan mendapat bagian. Ini berbeda dengan kurban. Tapi banyak yang masih beranggapan Andilan itu sama seperti Kurban,” ujar Kyai Lutfi. Ia menambahkan, nilai utama dari andilan kebo adalah kebersamaan dan solidaritas yang bersifat universal, sekaligus mencerminkan kearifan lokal masyarakat Betawi. Pemilihan kerbau juga memiliki makna tenggang rasa, yakni bentuk penghormatan terhadap kelompok masyarakat tertentu. “Ini bagian dari cara kita menjaga harmoni dan menghargai perbedaan sejak dulu,” katanya. Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang tur...
FBR Gelar Andilan Potong Kebo Lebaran 2026 Serentak di Lima Wilayah Jakarta, Libatkan Unsur Keagamaan dan Pemerintah
SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Forum Betawi Rempug (FBR) menggelar kegiatan Andilan Kebo Lebaran 2026 secara serentak di lima wilayah kota se-Jakarta pada Rabu, 18 Maret 2026. Tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Betawi dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Pelaksanaan kegiatan diawali dari wilayah Jakarta Utara yang dipusatkan di Kampung Budaya Betawi Sukapura. Antusiasme warga dan anggota FBR terlihat tinggi dalam kegiatan yang sarat nilai gotong royong tersebut. Ketua Umum FBR, KH Lutfi Hakim, menjelaskan bahwa Andilan Kebo merupakan tradisi menghimpun dana secara kolektif atau patungan untuk membeli kerbau yang kemudian dibagikan secara proporsional kepada peserta andilan atau patungan. “Esensi dari andilan ini adalah kebersamaan dan kepedulian sosial. Dana yang terkumpul dari anggota-anggota FBR diwujudkan dalam bentuk kerbau untuk memenuhi kebutuhan daging di hari raya,” ujarnya di Perkampungan Budaya Betawi Sukapura, Rabu 18 Maret 2026. Kyai Lutfi me...