Langsung ke konten utama

Postingan

Lebaran Betawi: Heterenomi di Jakarta

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Salah satu rangkaian Lebaran di Betawi (selanjutnya akan disebut dengan Lebaran Betawi) adalah Andilan Potong Kebo Lebaran. Pada hari Kamis, 19 Maret 2026 di Taman Kerempugan FBR Jakarta Timur, acara Andilan tersebut digelar secara kolaboratif antara Forum Betawi Rempug (FBR) sebagai refresentasi masyarakat Betawi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta dan Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta sebagai refresentasi ormas keagamaan bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.  Sementara orang tidak pernah menyangka bahwa acara Andilan tersebut adalah contoh nyata heterenomi di Jakarta, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang bersatu merayakan tradisi Betawi bersama. Heterenomi sendiri adalah konsep yang berasal dari filsafat politik dan sosial, yang berarti kemampuan masyarakat mengatur diri sendiri dan bekerja sama dalam keanekaragaman tanpa otoritas sentral. Menjadi relevan, Ketika Ketua PWNU Jakarta, KH Samsul Ma’arif, menyampaikan d...
Postingan terbaru

Andilan Kebo Lebaran: Simbol Ketahanan Pangan dan Budaya

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA — Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH Lutfi Hakim, menegaskan bahwa tradisi andilan kebo merupakan wujud nyata solidaritas dan gotong royong masyarakat yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Menurut dia, tradisi ini berbeda dengan ibadah kurban, karena hanya peserta yang ikut patungan yang berhak menerima bagian daging. “Andilan itu berarti patungan. Kalau tidak ikut andilan, tidak akan mendapat bagian. Ini berbeda dengan kurban. Tapi banyak yang masih beranggapan Andilan itu sama seperti Kurban,” ujar Kyai Lutfi. Ia menambahkan, nilai utama dari andilan kebo adalah kebersamaan dan solidaritas yang bersifat universal, sekaligus mencerminkan kearifan lokal masyarakat Betawi. Pemilihan kerbau juga memiliki makna tenggang rasa, yakni bentuk penghormatan terhadap kelompok masyarakat tertentu. “Ini bagian dari cara kita menjaga harmoni dan menghargai perbedaan sejak dulu,” katanya. Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang tur...

FBR Gelar Andilan Potong Kebo Lebaran 2026 Serentak di Lima Wilayah Jakarta, Libatkan Unsur Keagamaan dan Pemerintah

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Forum Betawi Rempug (FBR) menggelar kegiatan Andilan Kebo Lebaran 2026 secara serentak di lima wilayah kota se-Jakarta pada Rabu, 18 Maret 2026. Tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Betawi dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Pelaksanaan kegiatan diawali dari wilayah Jakarta Utara yang dipusatkan di Kampung Budaya Betawi Sukapura. Antusiasme warga dan anggota FBR terlihat tinggi dalam kegiatan yang sarat nilai gotong royong tersebut. Ketua Umum FBR, KH Lutfi Hakim, menjelaskan bahwa Andilan Kebo merupakan tradisi menghimpun dana secara kolektif atau patungan untuk membeli kerbau yang kemudian dibagikan secara proporsional kepada peserta andilan atau patungan. “Esensi dari andilan ini adalah kebersamaan dan kepedulian sosial. Dana yang terkumpul dari anggota-anggota FBR diwujudkan dalam bentuk kerbau untuk memenuhi kebutuhan daging di hari raya,” ujarnya di Perkampungan Budaya Betawi Sukapura, Rabu 18 Maret 2026. Kyai Lutfi me...

Andilan Kebo Lebaran: Ulama, Jawara, dan Pemerintah Untuk Jakarta

Oleh : KH. Lutfi Hakim (Imam Besar FBR) SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Gelaran Andilan Kebo Lebaran tahun ini memiliki nuansa yang berbeda dari sebelumnya. Andilan Kebo, yang digelar secara kalaboratif oleh Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta, dan Forum Betawi Rempug (FBR), merupakan perpaduan antara ulama dan jawara. Kedua elemen ini telah lama menyumbangkan peradaban Jakarta dan ketahanan budayanya. Andilan Kebo sendiri adalah tradisi masyarakat Betawi yang bertujuan memperkuat kebersamaan, solidaritas dan soliditas di masyarakat. Dengan perpaduan ulama dan jawara, Andilan Kebo tahun ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan Betawi. Ulama berperan sebagai pemimpin spiritual, sementara jawara merupakan simbol kekuatan dan keberanian yang menjadi bagian dalam struktur sosial masyarakat Betawi. Jejaring tersebut telah terbentuk secara alami sejak dahulu. Andilan Kebo tahun ini akan menjadi lebih spesial dengan kehadiran...

Andilan Potong Kebo: Tradisi Sambut Lebaran Masyarakat Betawi

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Di sejumlah kampung Betawi, persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri tidak selalu dimulai beberapa hari menjelang Lebaran. Ada tradisi yang bahkan sudah dimulai sejak setahun sebelumnya, yakni Andilan potong kebo. Tradisi Andilan ini adalah patungan atau iuran bersama di antara beberapa orang untuk membeli seekor kerbau ata lebih yang kemudian disembelih menjelang Lebaran. Daging kerbau tersebut dibagikan kepada mereka yang ikut serta dalam iuran. Bagi masyarakat Betawi tempo dulu, tradisi ini bukan sekadar soal mendapatkan daging saat hari raya. Andilan menjadi mekanisme sosial yang memungkinkan masyarakat saling membantu agar setiap keluarga tetap bisa merasakan kebahagiaan Lebaran. Pada masa Batavia dahulu, tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli daging. Oleh karena itu, masyarakat membangun sistem kolektif dengan cara menyisihkan uang sedikit demi sedikit. Iuran biasanya dimulai jauh sebelum Lebaran tiba. Bahkan di bebera...

GUBERNUR BERWENANG MENERBITKAN PERATURAN GUBERNUR (PERGUB) PERIHAL KELEMBAGAAN ADAT(Legalitas Kelembagaan; Legitimasi Sosial)

Oleh: Mohammad Hisyam Rafsanjani SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA,  PERTAMA, Perihal Legalitas Kelembagaan Mekanisme Ketatanegaraan pada pokoknya diimplementasikan melalui Tata Kelola Administrasi Pemerintahan (good governance) berdasarkan Kewenangan, Prosedur, dan Substansi. Gubernur dideskripsikan sebagai Pejabat Administratif Pemerintahan dalam Pemerintahan Daerah yang mewakili Pemerintahan Pusat. Sumber Kewenangan yang melekat pada Pejabat Administratif Pemerintahan diantaranya bersumber dari Atribusi, Delegasi, dan Mandat. Kewenangan Gubernur menerbitkan Pergub Kelembagaan Adat bersumber dari Kewenangan Delegasi dan/atau dapat disebut sebagai Diskresi (freies ermessen) yang terukur berdasar AUPB, yakni diantaranya bersumber berdasarkan UU DKI Jakarta, UU Pemajuan Kebudayaan, UU Pemerintahan Daerah, UU Administrasi Pemerintahan, UU Cipta Kerja, Permendagri, dll. Sementara itu, struktur ketatanegaraan Kelembagaan Adat yang dibentuk melalui Pergub berbeda dengan Kelembagaa...

Quo Vadis Pergub LAM Betawi: Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Pram-Doel

SUARAKAUMBETAWI | Jakarta, kota yang lahir dari pertemuan budaya, tampak tenang di permukaan. Tapi di balik itu, ada potensi riak kecil yang bisa menjadi ancaman besar bagi kesatuan budaya Betawi. Peraturan Gubernur (PERGUB) Lembaga Adat Masyarakat Betawi yang menjadi payung hukum pelestarian budaya belum juga terbit. Pergub ini bukan sekadar dokumen administratif, tapi jawaban strategis untuk menutup celah konflik lintas generasi, menegaskan legitimasi lembaga adat, dan menjaga akulturasi budaya agar tetap hidup di tengah dinamika Jakarta modern. Gubernur Pramono Anung pernah menegaskan bahwa menyatukan komunitas Betawi yang beragam bukan perkara mudah. Setiap kelompok memiliki sejarah, tradisi, dan aspirasi yang berbeda. Penyusunan pergub bukan sekadar urusan administratif, tapi soal legitimasi budaya dan politik yang harus diterima seluruh pihak agar tidak ada yang merasa tersingkir. Masalah makin kompleks ketika muncul klaim bahwa kongres Majelis Kaum Betawi-lah yang s...