SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan budaya Betawi harus tetap menjadi roh pembangunan Ibu Kota meski Jakarta tengah bertransformasi menjadi kota global. Menurutnya, kemajuan tidak boleh menghapus identitas yang selama ini menjadi fondasi sejarah Jakarta. Pesan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri peringatan Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Di hadapan ribuan anggota FBR dan tokoh masyarakat, Pramono mengucapkan selamat atas perjalanan seperempat abad organisasi tersebut. Ia menilai usia 25 tahun menjadi tonggak penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkokoh peran masyarakat Betawi dalam menjaga jati diri Jakarta. Mengusung tema "Merawat Akar, Merajut Masa Depan", peringatan Milad FBR dinilai selaras dengan arah pembangunan Jakarta. Pramono mengatakan modernisasi kota harus berjalan seimbang dengan upaya merawat sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang diwariskan...
Oleh: Usni Hasanudin Kaprodi Magister Ilmu Politik FISIP UMJ SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA,- Ada pidato yang selesai ketika tepuk tangan berhenti. Namun, ada pula pidato yang justru memulai percakapan baru tentang masa depan. Saya menempatkan sambutan Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH. Lutfi Hakim, pada Milad ke-25 FBR dalam kategori yang kedua. Di balik tema "Merawat Akar, Merajut Masa Depan ", saya menangkap sebuah pesan yang jauh melampaui batas organisasi. Sambutan itu sesungguhnya mengajukan pertanyaan mendasar kepada kita semua: mampukah Jakarta menjadi kota global tanpa memuliakan akar budayanya sendiri? Pandangan itu tidak lahir dalam ruang hampa. Saya pertama kali mengenal KH. Lutfi Hakim pada Sarasehan Kebudayaan Betawi di Hotel Shangri-La Jakarta pada tahun 2022. Pertemuan tersebut berlangsung pada momentum yang sangat menentukan perjalanan masyarakat Betawi. Saat itu, Badan Musyawarah (Bamus) Betawi tengah menghadapi dinamika dua kepemimpinan. Pad...